Kamis, April 30, 2009

ANUGERAH ALLOH SWT


Al-Qur’an telah menyebutkan kabar gembira tentang kelahiran anak dalam banyak ayat dalam rangka mengajarkan kaum muslimin tentang kebiasaan ini, karena padanya ada pengaruh yang penting untuk menumbuhkan kasih sayang dan cinta di hati-hati kaum muslimin. [Dinukil dari kitab Ukhti Muslimah Kaifa Tastaqbilin Mauludikil Jadid, penulis Nasyat Al-Mishri]
Allah Ta’ala berfirman,
يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ اسْمُهُ يَحْيَى
"Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira padamu dengan kelahiran seorang anak yang bernama Yahya" [Maryam: 7]


فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ
"Maka berilah kabar gembira padanya dengan kelahiran anak yang sangat penyabar" [Ash-Shaaffaat: 101]


قَالُوا لا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ عَلِيمٍ
"Mereka (para malaikat) berkata: Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim" [Al-Hijr: 53]


فَنَادَتْهُ الْمَلائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَى مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ
"Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): ‘Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh" [Ali-Imran: 39]
Seharusnya kita kaum muslimin mencintai kebaikan bagi saudara-saudara kita. Kita turut bahagia dengan kebahagiaan mereka dan turut sedih dengan kesedihan mereka. jika kita memang orang muslim yang sebenar-benarnya, maka kita merasa seperti satu jasad. Bila salah satu anggotanya merasa sakit, maka semua anggota lainnya terpanggil untuk bergadang dan merasa demam.
Sebagaimana hal ini dimisalkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya. Akan tetapi di mana kita dari hal yang demikian itu ? Sementara permusuhan dan kebencian telah menyala-nyala di kalangan kaum muslimin sendiri dan hasad menjalar di tengah mereka dan kebaikan telah menipis. Hanya kepada Allahlah tempat mengadu.

UCAPAN


Tiada kata yang patut saya ucapkan melainkan hanyalah bersyukur kepada Alloh Swt serta bersholawat kepada utusan_Nya.
Terimakasih Yang setinggi - tingginya buat :
Keluarga Kami :


1. Bapak Anis Sunardi
2. Ibu Sulistinah
3. Bapak Atmaji Abdul Jalil
4. Ibu Ponisah
5. Kakek salam
6. Nenek Markinah
7. Umi Muncar
8. Abah Muncar
9. Nenek Tulung Agung
10. Om Nanang
11. Mbak Susi
12. Mas Imam Mukari
13. Mas Gendut
14. Mbak Sri ( Yang Selalu Mendukung Jarak Jauh ) Thank's


Do'a - Do'a beliau yang senantiasa kami dengar, bimbingan - bimbingan beliau yang senantiasa menempel di hati kami, Terimakasih Ya Alloh Engkau telah memberikan keluarga kepada kami, keluarga yang utuh, yang senantiasa memberikan suri tauladan yang mulia. sudah banyak pengorbanan yang telah diberikan kepada keluarga kami, maafkan kami jika Memakan, Memakai, Melakukan segala sesuatu yang menjadikan engkau marah / khilaf. Harapan Kami " Semoga beliau senantiasa diberi kesabaran, ihlas, iman, bermanfaat Umur - harta - anaknya Amin Yarobbal Alamin"
Guru - Guru kami :


A. Kh. Muhtar Syafaat Abdul Ghofur Alm & Ibu
B. Kh. Hisyam Syafaat Abdul Ghofur & Ibu
C. Kh. Hasyim Syafaat Abdul Ghofur & Ibu
D. Kh. Ahmad qusairi Syafaat Abdul Ghofur & Ibu
1. Ustd Umar Faruq Mtq & Ibu
2. Ustd Subekhi & Ibu
3. Ustad Abdul Rofiq & Ibu


"Ya Alloh berikanlah ketabahan, kesabaran, kepada beliu yang senantiasa membimbing kami dengan sabar dan ihlas. Ya Alloh balaslah amal ibadah beliu dengan balasan yang sangat mulia disisi_Mu. Kami hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari Noda & Dosa, Maafkan kami yang selalu merepotkan, bohong, salah, dusta kepada beliau."
ISTRI & ANAK Ku Tercinta Selama hampir 2 tahun kami melangsungkan pernikahan, dengan harapan kami menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah. Syukur Alhamdulillah Alloh memberikan Istri yang taat kepada Alloh dan Suami, dialah yang senantiasa memberikan masukan, hiburan, solusi ketika saya sedih, senang, bingung. Penantian yang lumayan lama, akhirnya sang buah hati dihadirkan, dipercayakan kepada kami berdua, semoga dengan hadirnya sang buah hati kami menjadikan kami senantiasa berhati - hati dalam melakukan segala sesuatu Amien.


Al Faqirul Ilmi Wal Amal



Much Sudrajat Al_ Jalil

MASA PENANTIAN





Rabu 25 - february - 2009 adalah hari yang menegangkan bagi saya sebagai suami, karena Dokter memberi tahukan bahwa anak yang dikandung oleh istri saya akan lahir pada tanggal tersebut.


Penantian, itulah yang ada dalam benak Ku, tepat jam 18.25 wita (25-02-09 Malam Kamis )istri saya mengeluh kesakitan, semua panik, dengan tergesa - gesa Om mengambil mobil terus menuju Bidan.


Eh ternyata begitu diperiksa, ibu bidan tersebut hanya berkata " Ini masih belum terjadi apa - apa masih sakit biasa ", pulanglah kita semua ke rumah.


Kamis pagi 26- 02 - 09 saya berniat mau berangkat kerja tapi saya mengurungkan niat untuk pergi dan berniat mengantar istriku ke bidan karena saya kasihan kayaknya dia merasa sakit dan saya juga gak sabar untuk menimang - nimang anak , pagi hari itu juga saya mengantarkan istriku didampingi ibu mertuaku. Saya bersyukur karena bidan memberi tahukan istriku sudah bukaan dua, semua sanak keluarga lega mendengarnya, ibu mertuaku ambil kesimpulan untuk tidak pulang kerumah dan tetap tinggal di rumah bidan. Jam 07.00 - 08.00bukaan dua & tiga, jalan - jalan itulah yang dilakukan istri saya sambil menunggu beberapa bukaan yang selanjutnya, jam 11.35 - 15.50 masuk bukaan empat sampai sembilan.


Panik, hanya itu yang saya rasakan, saya berdo'a kepada Alloh Swt "Ya Alloh selamatkan lahir batin anak dan istri saya". ibu bidan dan asisten mulai mempersiapkan peralatan persalinan, 15.50 - 16.45 proses persalinan yang


Sore hari rasa sakitnya semakin sering dan membuat istriku sudah susah bergerak. Jam 16.40 wita aku mulai merasa ngantuk yang amat sangat, saya terus berusaha mengajaknya berbicara agar istriku tak tertidur. Ibu bidan menyuruh istriku untuk mengatur pernafasan agar bayi cepat keluar, capek - lemah itu yang di rasakan istriku sampai akhirnya ibu bidan menyarankan untuk di infus, selang beberapa menit kemudian jam 17.00 wita Alhamdulillah…Alhamdulillah ucapku dan suami. setelah beberapa menit, akhirnya kudengar suara tangisnya yang kencang… Alhamdulillah kembali terucap dari bibir kami. Setelah dibersihkan, diukur dan ditimbang, panjangnya 49cm dan beratnya 3kg. Ternyata kisah belum berakhir, aku masih harus menunggu ari-ari keluar, Laa haulawalaa kuata illaa billaah.. Subhanallah, AllahuAkbar, Alhamdulillah… Hanya itu yang bisa terucap dibibirku. Untuk istriku terimakasih tak terhingga karena telah berhasil dalam menjalani proses yang paling menegangkang dalam episode kehidupan-Mu. I Love U… Kini tugas kita berdua untuk mendidik buah hati tercinta agar menjadi Hamba Allah yang bertakwa - iman.. Semoga titipan Allah yang menjadi anugrah terindah dalam hidup kita dapat kita jaga dan didik sebaik-baiknya